❏ Bentuk – bentuk Mobilitas Sosial :
a. Mobilitas Vertikal : perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu
kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat. Ada 2
mobilitas vertikal yaitu : sosial climbing (berpindah ke tingkat lebih tinggi) dan
sosial sinking (berpindah ke tingkat lebih rendah).
b. Mobilitas Horizontal : perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok
orang dalam lapisan sosial yang sama, tidak terjadi perubahan derajat
kedudukan seseorang.
❏ Faktor – faktor Pendorong Mobilitas Sosial :
a. Struktural : Struktur masyarakat Indonesia sangat terbuka. Orang miskin
dapat mengalami mobilitas sosial setinggi-tingginya, bahkan menjadi
presiden.
b. Individu : Setiap individu memiliki perbedaan dalam hal sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
c. Sosial : Saat dilahirkan, tidak ada satu manusia pun dapat memilih status.
Apabila tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orangtuanya, ia
dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi.
d. Ekonomi : Keadaan ekonomi yang baik memudahkan individu dan kelompok
melakukan mobilitas sosial.
e. Politik : Indonesia memiliki stabilitas politik yang baik, sehingga para
pemimpin dapat menjalankan pembangunan dengan baik.
f. Kemudahan Akses Pendidikan : Pada zaman penjajahan, pendidikan sulit
didapat bangsa Indonesia. Sebagian besar masyarakat tidak bisa membaca.
❏ Faktor – faktor Penghambat Mobilitas Sosial :
a. Kemiskinan : Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang
rendah, yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia.
Akibatnya, tingkat kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan terbatas.
b. Diskriminasi : Diskriminasi berarti pembedaan perlakuan karena alasan
perbedaan bang, suku, ras, agama, golongan. Pada masa penjajahan, terjadi

Komentar
Posting Komentar